Dusun Durin merupakan salah satu dusun dari enam dusun yang ada di Desa Gondosuli. Terletak di sebelah timur laut Desa Gondosuli, dusun ini berada di wilayah kaki Gunung Rengganis yang menjadi batas wilayah desa. Kondisi jalan yang ada di Dusun Durin cenderung menanjak karena berada di area kaki gunung.
Secara umum masyarakat di Dusun Durin berprofesi sebagai petani. Hal ini didukung oleh kondisi geografis Dusun Durin yang strategis untuk lahan pertanian, sehingga masyarakat memanfaatkan keuntungan tersebut sebagai tempat mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dusun Durin dipisahkan lembah yang mengapit sebuah sungai sehingga terbagi menjadi dua wilayah yaitu Durin Barat dan Durin Timur, oleh karena itu tingkat kesuburan tanah di dusun tersebut tinggi.
- Sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat Dusun Durin.
- Komoditas yang banyak dibudidayakan meliputi kayu sengon, kayu jati, tembakau, jagung, padi, dan singkong.
- Sengon dan tembakau menjadi komoditas bernilai ekonomi, sedangkan jagung dan padi lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Kopi juga dibudidayakan, namun hanya sebagai usaha sampingan.
- Dusun Durin berpotensi dalam mengembangkan UMKM karena banyak toko kelontong untuk kebutuhan sehari-hari.
- Terdapat kegiatan posyandu yang dilaksanakan sebulan sekali di rumah Bapak Sanu.
- Terdapat posyandu untuk anak-anak dan lansia.
- Masjid Sirojul Mustaqin merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat Dusun Durin. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi tempat pendidikan agama, pembinaan masyarakat, dan berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan.
- Masjid Sirojul Mustaqin berdiri sekitar 40 tahun yang lalu dan merupakan masjid pertama di Dusun Durin.
- Masjid dibangun secara gotong royong karena akses yang sulit, akibatnya masyarakat harus beribadah ke dusun lain.
- Kegiatan rutin meliputi mengaji anak-anak setiap malam, muslimatan, maulid diba’i, istigasah, ratibul haddad, khatmil qur’an, dan peringatan maulid nabi setiap tahun.
- Anak-anak mengikuti TPQ atau Madrasah Diniyah pada sore hari dan mengaji di masjid pada malam hari.
- Jumlah jemaah kegiatan bulanan sekitar 50 orang yang di antaranya ada sekitar 30 santri.
- Masyarakat mendukung kegiatan melalui kerja sama seperti sumbangan dana, material bangunan, dan sedekah rutin.
- Dusun Durin memiliki ciri khas dari namanya yaitu “durin”. Meskipun namanya durin, tetapi bukan bermakna durian.
- Lembaga pendidikan Yayasan Bahrul Ulum berdiri pada tahun 2013 atas kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan di wilayah yang terpencil. Kemudian berkembang menjadi yayasan mandiri yang menaungi PAUD, RA, MI, MTs, MA, Madrasah Diniyah, dan TPQ.